Rangkaian Over-Driver Distorsi

Distorsi disebabkan oleh beberapa hal. Namun dalam hal effect ini, distorsi yang kita cari adalah clip yang terjadi jika sinyal dipaksa (over-drive) sampai lebih dari batas tegangan catu dayanya. Clip tersebut akan membuat suara yang dihasilkan berubah dan lebih kasar.

Agar suaranya terdengar lebih garang dan halus, beberapa orang kemudian memberikan filter sebelum dan sesudah rangkaian overdrive. Dan akhirnya diberikan pula pengatur suara (tone-control) agar penggunakan dapat memilih corak suara yang diinginkan.



Sehingga dapat kita simpulkan bahwa ada 3 komponen utama dari sebuah effect over-drive atau distortion. Yakni, rangkaian over-drive, filter, dan tone-control.

di bawah ini adalah contoh-contoh over-drive.
Dari arti kamus, Distortion adalah kotor/cacat. Atau dengan kata lain adalah gangguan suara yang menjadikan berbeda dengan suara aslinya. Ini dia sejarahnya..

Cikal Bakal OverDrive
Dahulu kala Ampli gitar selalu menggunakan tabung hampa, mirip seperti yang ada pada ampli-ampli marshall atau messa bogie. Ampli tabung hampa hanya bisa menghasilkan beberapa watt untuk sekian rupiahnya. Jika ampli jenis ini dikemudikan lebih (Over-Drive), yakni dengan memaksa untuk menghasilkan suara lebih keras dari kemampuannya, maka suara yang dihasilkan akan menjadi lebih kotor/bising. Cara seperti ini dikenal dengan OverDrive. Banyak sebab yang bisa membuat efect Over-Drive ini. Mulai dari Pre-Amp ke



 selalu menghasilkan suara yang lemah, sehingga jika ampli dipaksa untuk bekerja lebih keras maka suara yang dihasilkan seperti seperti orang dicekik, kasar. Ini yang kemudian disebut overdriven atau “dipaksa lebih”. Bahkan beberapa ampli menambahkan preamp tambahan untuk membuat lebih overdrive. Ampli semacam ini misalnya adalah Jazz Master, Ampli Inggris Vox. Suara yang seperti itu malah lebih disuka karena membuat suara gitar seakan lebih garang dan lebih meraung.
Namun itu belum cukup, orang masih mengginginkan lebih. Akhirnya orang menemukan ampli marshal yang secara desainnya mirip dengan ampli fender namun secara kebetulan effect overdrivenya melah lebih banyak karena adanya dioda yang ikut membantu berubahnya suara. Hasilnya adalah suara yang lebih garang cocok untuk musik metal. Tidak lama setelah itu suara yang dihasilkan juga kemudian menjadi standar suara musik rock. Standar suara ini biasanya disebut signature (cirri khas).
Apa yang disebut dengan distortion. Distortion hanyalah sebuah sebutan untuk membedakan overdrive biasa dengan overdrive gila-gilaan. Overdrive gila-gilaan inilah yang kemudian disebut distortion.
Setelah era transistor, peran dari tabung hampa mulai ditinggalkan, shingga hamper punah. Radio, telivisi, radar, computer, dan berbagai peralatan elektronik yang tadinya masih mengguanakn tabung hampa sekarang mengganti seluruh tabung hampa dengan transistor yang sangat jauh lebih murah. Bahkan untuk urusan audio, ampli guitar transistor menhasilkan suara yang menedang lagi bersih, dan asli. Suara khas dari Roland JC-100 yang merupakan 100 persen transistor.
Namun orang masih merindukan suara khas dari ampli-ampli tabung yang sulit untuk dihadirkan oleh ampli transistor biasa. Dan Ampli tabung serta signature-signaturenya masih tidak akan dilupakan. Suara gitar yang asyik milik Brian May selalu menjadi referensi bagi musisi muda.
Akhirnya para desaigner mencoba menghadirkan nuansa ampli-ampli tabung tersebut pada sembarang ampli transistor dengan sebuah rangkaian khusus yang terbuat dari transistor juga. Alat ini kemudian disebut effect. Bahkan sampai yang berbentuk kecil yang bias diinjak untuk on/off nya agar memudahkan guitaris, yang disebut stomp-box.
Sederetan effect transistor hebat bermunculan. Suara-suara marshal JCM-1856 bisa diperolah dengan effect semacam ini, bahkan suara khas dari ampli yang sangat mahal macam messa bogie dan soldano pun bisa, tentu saja dengan harga yang sangat murah.
Selanjutnya teknologi muta-akhir, adalah emulasi digital. Setalah dunia digital sudah mapan mengambil peranan dalam effect chorus, delay, echo. Tiba saatnya digital mengammbil peranan seluruhnya dari effect bagi gutaris. Ampli-ampli tersebut dicatat-dihitung sehingga dijadikan menjadi kode-kode digital. Sehingga alat ini hanya mengambil data digital dari sinyal gitar secara langsung dari gitarnya, dimeulasikan dengan hati-hti dan dengan proses matematika yang sangat rumit, keluarnya dari alat ini adalah suran guitar dengan signature ampli hebat. Sakinng persisnya suara yang dihasilkan sampai-sampai orang tidak bisa lagi membedakan apakah ini suara ampli beneran ataukan hanya emulasi

Comments :

0 komentar to “Rangkaian Over-Driver Distorsi”